Rasa Berbagi

Banyak keinginan dan harapan yang ingin aku lakukan

Berbagai hal yang ingin aku rasakan selama aku ada

Ratusan hal yang membuatku sangat penasaran dan ingin mencoba

Menancapkan jejak langkahku dimanapun aku bisa

 

Aku mencoba merasakan berbagai hal yang membuatku penasaran

Dan mencoba berbagi hal-hal yang telah aku coba

Membagikan rasa yang sama, kepada mereka yang kurasa ada bersama

Menetap tak peduli apapun situasinya

 

Mencari mereka yang mau berbagi itu tak mudah

Duduk bersama dan mendengarkan cerita-cerita kita

Merasakan emosi yang kita alami

Mengajari dan memberi arti pada jejak-jejak yang aku tinggalkan

 

Beruntunglah kalian yang telah menemukan mereka yang mau berbagi

Bersyukurlah bila orang itu adalah yang selama ini kalian cari

Nikmatilah semua rasa itu bersama, hingga tak berdaya

Hingga jejak kalian tersisa sedikit saja, namun berarti berharga untuk semua

Tentang Rasa Percaya

Aku melihat rasa percaya itu adalah sebuah hukuman..

Hukuman untuk membuat kita lebih waspada terhadap mereka di sekitar kita

Bukan hal yang salah untuk percaya pada seseorang atau sesuatu

Bukan hal yang salah juga untuk tidak percaya pada sesuatu atau satu orang pun

Itu hakmu, hal yang bebas kamu anut dan yakini

 

Pengalaman dalam hidup akan semakin mempengaruhi rasa percayamu

Semakin pahit pengalamanmu, semakin hilang rasa percayamu

Tapi bukan berarti pengalaman baikmu dalam kepercayaan bisa membebaskanmu dari sakitnya percaya

Akan ada saat kau harus terluka, karena sakitnya percaya, dan tingginya harapan pada kepercayaan tersebut

Mengertilah dirimu sendiri, sayangi dirimu sendiri, jangan biarkan mereka merenggut kebahagiaanmu sendiri.

 

Kita tidak akan bisa selalu menyalahkan orang lain karena rasa percaya kita pada mereka.

Salahkanlah dirimu sendiri, kenapa kau percaya mereka?

Apa yang membuatmu bisa percaya padanya? Seberapa yakinkah kamu mempercayainya?

Janganlah pernah menggantungkan harapan terlalu tinggi pada manusia, suatu saat dia akan bisa membuatmu terluka.

Yakinilah jalanmu sendiri, pilihlah apa yang kamu tetapkan sebelumnya, jadilah dirimu sendiri.

 

Belajarlah dari pengalaman, dia adalah guru terbaik.

Nikmati pahit, manis, asam, dan gurihnya pengalaman tentang rasa percaya

Kau akan mendapat pelajaran dari semua itu.

Sekali lagi, sayangilah dirimu sendiri, buatlah dirimu sendiri bahagia lebih dulu, baru orang lain.

Pilihlah mereka yang benar-benar bisa kamu percaya, meskipun dalam hal kecil

Yakinkanlah diri untuk mempercayai seseorang, apakah dia benar-benar pantas dipercaya?


Stres di Masa Pandemi : Dampak Psikologis dan Cara Menanganinya

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai segi kehidupan, baik pada sisi ekonomi, sosial, dan keamanan bagi masyarakat di seluruh dunia.

 

Sejumlah orang merasa ketakutan, bingung, cemas, dan stres dalam menghadapi pandemi ini. Hal tersebut dikarenakan situasi ini dipenuhi dengan ketidak pastian, sehingga banyak berpengaruh pada kondisi fisik dan mental individu. Padahal dibutuhkan imunitas fisik dan mental yang baik untuk menjaga kondisi selama pandemi ini.

 

Salah satu permasalahan mental yang sering muncul sebagai dampak dari adanya pandemi ini adalah stres.

 

Secara klinis, Selye (dalam Davidson dkk, 2004) mengatakan bahwa stres bisa dikatakan sebagai respon alamiah dari manusia terhadap berbagai perubahan yang ada di lingkungan. Individu diharapkan bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan tersebut.

 

Tetapi kadang perubahan-perubahan yang ada di lingkungan menyebabkan kita merasa cemas, takut, dan waspada berlebihan sehingga dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. terlebih di masa pandemi ini.

 

Dalam kondisi pandemi, terkadang merupakan hal yang wajar bila kita merasa gelisah, cemas, sulit tidur, pusing, atau terkadang bermimpi buruk.

 

Apabila kita mampu untuk mengatasi dan beradaptasi dengan kondisi saat ini, gejala tersebut akan menghilang seiring berjalannya waktu.

 

Akan tetapi bila kondisi ini berlangsung secara terus-menerus selama kurang lebih satu bulan dan individu tersebut tidak mampu beradaptasi, stres ini bisa berlanjut menuju ke tahap yang lebih kronis.

 

Pada tahap ini, individu mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, baik sosial maupun pekerjaan, sehingga mulai mempengaruhi kondisi mental.

 

Cara Mengatasi Stres


Lazarus (dalam Davidson, 2004), menyatakan bahwa coping merupakan suatu respon dari individu dalam mengatasi masalah dan menangani stres yang dihadapi. Efek dari penanganan stres bisa berbeda tergantung pada masing-masing individu.

 

Lazarus menyatakan bahwa terdapat dua cara individu dalam melakukan coping terhadap stres yang dihadapi, yaitu :

  1. Problem-focused coping yaitu mencakup penyelesaian masalah secara atau mencari informasi yang relevan dengan solusi. Biasanya individu pada coping jenis ini akan berupaya menghadapi masalah dengan mencari solusi yang langsung berfokus pada penyelesaian masalah.
  2. Emotion-focused coping merujuk pada berbagai upaya untuk mengurangi berbagai reaksi emosional negatif terhadap stres. Individu pada coping jenis ini cenderung menghindari masalah, melakukan relaksasi, atau mencari rasa nyaman dari orang lain.

Kedua coping di atas bisa menjadi pilihan bagi individu untuk mengatasi dan meminimalisir stres akibat pandemi ini.

 

Apabila individu cenderung menggunakan coping jenis pertama, maka mereka bisa melakukan kegiatan seperti :

  1. Selalu memperbarui informasi terkait Covid-19 dari sumber yang terpercaya sehingga bisa menambah informasi dan meningkatkan kewaspadaan.
  2. Melakukan perencanaan dalam bidang finansial dan kegiatan sosial sehingga lebih peka dengan keadaan sekitar dan memiliki pengaturan keuangan yang baik selama pandemi.
  3. Melakukan rutinitas sehari-hari yang lebih positif sehingga mood lebih terjaga dengan baik.

 

Sedangkan bila individu cenderung menggunakan coping jenis kedua, maka hal-hal yang bisa dilakukan antara lain :

  1. Bercerita dengan orang-orang terdekat mengenai masalah yang dihadapi. Carilah orang terdekat yang benar-benar mau dan mengerti keadaan.
  2. Menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga.
  3. Melakukan hobi atau aktivitas baru yang positif untuk mengembangkan diri.
  4. Coba kurangi melihat berita-berita yang bisa membuat kecemasan dan stres meningkat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Sumber :

Davidson, C. Gerald dkk. 2004. Psikologi Abnormal : Edisi ke 9. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada


https://health.grid.id/read/352132673/cegah-stres-di-tengah-pandemi-covid-19-berikut-arahan-dari-kemenkes?page=all


https://health.kompas.com/read/2020/05/10/190700368/bagaimana-dampak-stres-pandemi-corona-pada-kesehatan-mental-dan-fisik-?page=all


https://www.merdeka.com/sehat/berikut-kiat-untuk-kelola-stres-pada-saat-masa-pandemi-covid-19.html


Tanah Utopia


Aku melihat sebuah dunia
Dimana berkata tak mudah dicela
Dimana bergurau tak perlu terluka
Dimana pikiran bebas terbuka
 
Aku melihat kesempurnaan
Ketika perilaku menunjukkan kebaikan
Ketika merasa adalah toleransi yang utama
Tak perlu ketakutan untuk merasa ada
 
Aku melihat kekuatan
Dimana kita bisa berdiri sempurna
Tanpa perlu belas kasihan dan menjadi peminta
Dan ketika kesejahteraan menjadi keabadian
 
Aku melihat kesatuan
Ketika berbeda, tak perlu saling mencela
Ketika bersama, tak perlu ada yang merana
Berpikiran berbeda, namun bertujuan yang sama
 
Apakah semua itu ada?
Aku kira itu tak akan pernah nyata
Jika kita terus saling membunuh sesama
Lalu, untuk apa semua ini tercipta?


Rindu yang Menusuk

Sidoarjo, 18 Februari 2019

Untuk ibu tercinta,

Yang telah meninggalkan kita semua


Assalamualaikum wr.wb

Apa kabar bu? Semoga ibu selalu diberikan kebahagiaan di alam sana. Anakmu disini sangat merindukanmu. Kabar anakmu disini Insha Allah baik baik saja, dan semoga akan selalu seperti itu.

Sejak ibu pergi, banyak hal yang sudah aku lalui tanpamu bu. Dan menurutku hal-hal ini cukup berat untuk dijalani. Terkadang aku bingung ingin bercerita pada siapa terkait permasalahan yang aku alami. Tidak ada yang bisa jadi pendengar sebaik ibu.

Di saat-saat tertentu, aku ingin bertemu dan menangis di pelukanmu, dan bercerita tentang banyak hal yang kualami saat ini, sekedar melepas beban dan penat sejenak. Namun, itu semua hanya anganku saja, hidup terus berjalan, banyak yang dating dan pergi, dan aku harus belajar mengikhlaskan dan sabar atas setiap kehilangan yang ada.

Maafkan anakmu jika masih belum bisa membahagiakanmu hingga saat ini, dan masih suka berbuat nakal. Bantu aku untuk bisa kuat, dan juga agar aku bisa selalu mendoakan dan belajar sabar serta ikhlas menghadapi setiap permasalahan yang ada.

Sekian surat dariku bu, semoga engkau bahagia di sana, doaku tak pernah terputus untukmu.

Salam Rindu,

Anakmu